4 Langkah Strategis Aktivasi Sekolah Siaga Bencana
1. Pelaksanaan Diskresi Penutupan PTM & Transisi Otomatis ke PJJ Darurat
PGRI menginstruksikan kepada Kepala Sekolah di wilayah terdampak paparan abu pekat untuk langsung mengambil keputusan diskresi menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) fisik jika paparan abu mulai mengganggu jarak pandang dan kualitas udara. Pembelajaran langsung dialihkan ke moda Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Darurat atau pemberian modul mandiri berbasis rumah.
2. Pembagian APD Respirasi Medis & Sterilisasi Lingkungan Sekolah
PGRI mendesak BPBD dan Dinas Kesehatan daerah untuk segera mendistribusikan masker standar respirasi (N95/KN95) serta pelindung mata (goggles) secara gratis ke posko-posko sekolah. Guru dan relawan PGRI diimbau melakukan penyiraman dan sterilisasi material abu vulkanik di atap serta halaman sekolah guna mencegah risiko atap roboh dan bahaya penyakit ISPA/silikosis.
3. Layanan Psychosocial First Aid (PFA) dan Pendampingan Posko Pengungsian
4. Perlindungan Hukum & Imunitas Administrasi Kesejahteraan Pendidik
Melalui LKBH PGRI, organisasi memberikan jaminan imunitas hukum dan administrasi bagi seluruh guru dan kepala sekolah yang menjalankan diskresi penghentian PTM. PGRI memastikan bahwa penyesuaian moda belajar di daerah bencana tidak boleh menghambat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Bencana, maupun penilaian kinerja ASN/PPPK.
Matriks Respon Sekolah Siaga Bencana Vulkanik
| Tingkat Bahaya / Kondisi | Status Pembelajaran | Tindakan Utamakan Keselamatan |
| Hujan Abu Tipis / Sedang | PTM Terbatas (Jam dipangkas 50%) | Wajib masker N95/KN95, pembatasan total kegiatan outdoor. |
| Hujan Abu Pekat / Awan Panas | PJJ Darurat / Libur Pengungsian | Evakuasi mandiri, aktivasi PFA SLCC di tenda pengungsian. |
| Pasca-Erupsi (Pemulihan) | Pembersihan Fasilitas Sekolah | Sterilisasi material abu, pemeriksaan struktur atap bangunan. |
“Debu vulkanik dan bahaya erupsi bisa menghentikan aktivitas fisik sekolah, tetapi kepedulian dan pendampingan guru PGRI tidak akan pernah surut. Mari utamakan keselamatan jiwa anak-anak dan bentengi kesehatan mereka di setiap titik pengungsian.” — Pengurus Besar PGRI.
No responses yet